Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

makalah kurikulum


Perkembangan Kurikulum di Indonesia
Diajukan untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah
Pengembangan Kurikulum


Oleh:

Rivqiya Mai Nihaya (D07209039)

Dosen Pembimbing:
Chairati saleh, S.Ag., M.Ed.
JURUSAN PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH
­FAKULTAS TARBIYAH
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI SUNAN AMPEL
SURABAYA
2011


KATA PENGANTAR
                                                                                                              
            Puji syukur kehadirat Allah SWT. yang telah melimpahkan rahmat, hidayah serta ridhoNya. Sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Perkembangan Kurikulum di Indonesia” ini dengan baik.
Penulis juga ingin mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan bantuan dalam pembuatan makalah ini, yaitu:
1.      Ibu Chairoti Saleh, S.Ag., M.Ed.selaku dosen pembimbing,
2.      Semua pihak yang telah membantu yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu.
            Dalam menyusun MAKALAH ini, penulis berusaha agar mendapatkan hasil yang maksimal. Akan tetapi penulis hanya dapat meminimalisir kesalahan yang terjadi dan telah berusaha keras dalam menyelesaikan makalah ini. Untuk itu penulis membutuhkan kritik dan saran yang membangun demi kesempurnaan makalah selanjutnya.
            Mudah-mudahan makalah ini dapat memberikan manfaat bagi pembaca umumnya dan bagi penulis khususnya. AMIN…



Surabaya, 3 november  2011


PENULIS


                                                                                               




BAB I
PENDAHULUAN

  1. LATAR BELAKANG
Pendidikan di negara kita ini sangatlah memprihatinkan jika dibandingkan dengan negara-negara lain seperti Korea Selatan, Singapora, Jepang, Taiwan, India, China dan Malaysia ataupun negara-negara lain yang sudah mengalami kemajuan yang sangat pesat pada bidang pendidikan.
Dengan kondisi pemerintah sekarang yang masih harus menanggung beban krisis yang begitu berat, rasanya tidaklah tepat apabila kita menunggu kebijakan dari pemerintah pusat untuk membenahi kondisi pendidikan kita. Sehingga semua pihak yang bertanggung jawab atas kondisi dan sistem pendidikan yang ada di negara kita hendaknya ikut memikirkan bagaimana caranya agar pendidikan di Indonesia dapat mengalamipeningkatan








BAB II
PEMBAHASAN
Perkembangan Kurikulum di Indonesia
1.      Analisis Setiap Kurikulum yang Pernah Ada

A.            Kurikulum 1947
Kurikulum 1947 pertama kali dilahirkan pada hari kemardekaan, dan  pendidikannya menggunakan Asas pancasila. .( Siswomiharjo 2005)
Adapun ciri – ciri kurikulum 1947 antara lain :
1.      Sifat kurikulum separated Subject Currikulum (1946 – 1947 )
2.      Menggunakan Bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar di Sekolah
3.      Jumlah mata pelajaran : Sekolah Rakyat 16 bidang studi, SMP 17 bidang studi, dan SMA 19 bidang studi.
Rencana pelajaran 1947 baru dilaksanakan di sekolah – sekolah pada tahun 1950.Sejumlah kalangan menyebut sejarah perkembangan kurikulum diawali dari kurikulum 1950.Bentuknya memuat dua hal pokok :
·         Daftar mata pelajaran dan jam pengajarannya
·         Garis – garis besar pengajaran.
Rencana pelajaran 1947  mengurangi pendidikan pikiran, yang diutamakan pendidikan watak yaitu :
·         Kesadaran bernegara dan bermasyarakat
·         Materi pelajaran dihubungkan dengan kejadian sehari – hari.
·         Perhatian terhadap kesenian dan pendidikan jasm
B.     Kurikulum 1952
Pada tahun 1952, program pendidikannya dikenal dengan nama Rencana Pelajaran Terurai. Bahan pelajaran yang diberikan pada tiap – tiap tahun langsung diuraikan dan dirinci untuk tiap – tiap bulan. Mata pelajaran dikelompokkan menjadi : Pelajarab Bahasa Indonesia; Bahasa Daerah; Berhitung; Ilmu Alam; Ilmu Hayat; Sejarah; dan Ilmu Bumi.
Pada tahun 1964, program pendidikannya dikenal dengan nama pancawardana. Kurikulum ini dibagi menjadi lima wardana, yaitu wardana pertama tentang perkembangan Moral; wardana kedua tentang perkembangan Intelegensi; Wardana ketiga tentang Perkembangan Emosional/artistik; Wardana keempat tentang ke dan Wardana keprigelan;  dan Wardana kelima tentang perkembangan Jasmani. Bagi sekolah yang menggunakan Bahasa Daerah digunakan sebagai bahasa pengantar di kelas I, II, dan III.( Subandijah 1993,h.101).
Pokok-pokok pikiran kurikulum 1964 yang menjadi ciri dari kurikulum ini adalah: bahwa pemerintah mempunyai keinginan agar rakyat mendapat pengetahuan akademik untuk pembekalan pada jenjang SD, sehingga pembelajaran dipusatkan pada program Pancawardhana (Hamalik, 2004), yaitu pengembangan moral, kecerdasan, emosional/artistik, keprigelan, dan jasmani.
C.     Kurikulum 1968
Kurikulum 1968 merupakan pembharuan dari kurikulum 1964, yaitu dilakukannya perubahan struktur kurikulum pendidikan dari pancawardhana menjadi pembinaan jiwa pancasila, pengetahuan dasar, dan kecakapan khusus.
Dari segi tujuan pendidikan, Kurikulum 1968 bertujuan bahwa pendidikan ditekankan pada upaya untuk membentuk manusia Pancasila sejati, kuat, dan sehat jasmani, mempertinggi kecerdasan dan keterampilan jasmani, moral, budi pekerti, dan keyakinan beragama.

D.    Kurikulum 1975
Isi kurikulum Sekolah Dasar 1975 juga disusun dalam bentuk bidang – bidang pengajaran atau bidang – bidang studi sebagai pengganti mata – mata pelajaran, sebagaimana halnya pada kurikulum PPSP.
            Jadi kurikulum 1975 juga mengenal bidang studi IPA, IPS, Kesenian, dan sebainya, dan buku Biologi, fisika, sejarah, dan sebagainya sebagaimana halnya pada kurikulum 1968 yang lalu.
Asas – asas pengembangan kurikulum Sekolah Dasar 1975 yang disempurnakan berpedoman pada asas pengembangan kurikulum debagai berikut :
1.      Relevansi
2.      Pendekatan Pengembangan
3.      Pendidikan seumur hidup
4.      Keluwesan
( Subandijah 1993,hh.156-157).

Lama pendidikan pada Sekolah Dasar, SMP, dan SMA masih tetap, yaitu 6 tahun untuk SD, 3 tahun untuk SMP dan 3 tahun untuk SMA. Dengan kata lain, pola penjenjangan masih 6 – 3 – 3. Pada Sekolah berlaku sistem catur wulan, sedangkan pada SMP dan SMA berlaku sistem semesteran.
Pada Sekolah Dasar hanya terdapat satu jenis program yang wajib diikuti oleh semua murid, yaitu meliputi 9 bidang studi yaitu :
Ø  Agama
Ø  Pendidikan Moral Pancasila
Ø  Bahasa Indonesia
Ø  Ilmu Pengetahuan Sosial
Ø  Matematika
Ø  Ilmu Pengetahuan Alam
Ø  Olah raga dan kesehatan
Ø  Kesenian
Ø  Keterampilan
Dengan catatan bahwa pada daerah – daerah tertentu diberikan pelajaran bahasa daerah yang merupakan bagian bidang studi bahasa indonesia.
Pada SMP juga terdapat hanya satu jenis program yang wajib diikuti oleh smua siswa, yang meliputi 10 bidang studi. Jenis – jenis bidang studinya sama dengan yang berlaku di SD ditambah dengan Bahasa Inggris.
Pada SMA, disamping program umum yang diikuti oleh semua siswa, mulai semester kedua kelas I diadakan 3 jurusan yaitu : jurusan IPA, IPS, dan Bahasa, yang dapat dipilih siswa sesuai dengan kemampuan dan minat masing – masing. Jenis – jenis bidang studi untuk program di SMA sama dengan yang berlaku di SMP.( Soetopo &  Soemanto 1982,hh.117-118).
E.      Kurikulum 1984
Kurikulum 1984 pada hakikatnya merupakan penyempurnaan dari kurikulum 1975. Asumsi yang mendasari penyempurnaan kurikulum 1975 ini adalah bahwa kurikulum merupakan wadah atau tempat proses belajar mengajar berlangsung yang secara dinamis, perlu senantiasa dinilai dan dikembangkan secara terus menerus sesuai dengan kondisi dan perkembangan masyarakat.
Kurikulum 1984 memiliki ciri – ciri sebagai berikut :
a.       Beorentasi kepada tujuan Intruksional
b.      Pendekatan pengajarannya berpusat pada anak didik melalui cara belajar siswa aktif (CBSA).
c.       Materi pelajaran dikemas dengan menggunakan pendekatan spiral.
d.      Menanamkan pengertian terlebih dahulu sebelum diberikan latihan. Konsep – konsep  yang dpelajari siswa harus didasarkan kepada pengertian, baru kemudian dibrikan latihan setelah mengerti. Untuk menunjang pengertian alat peraga sebagai media digunakan untuk membantu siswa memahami konsep yang dipelajarinya.
e.       Materi yang disajikan berdasarkan tingkat kesiapan atau kemantapan siswa. Pemberian materi pelajaran berdasarkan tingkat kematangan mental siswa dan penyajian pada jenjang sekolah dasar harus melalui pendekatan konkrit, semikonkret, semiabstrak, dan abstrak dengan menggunakan pendekatan induktif dari contoh – contoh kesimpulan. Dari yang mudah menuju ke sukar dan dari sederhana menuju ke kompleks.
f.       Menggunakan pendekatan keterampilan kompleks.
F.      Kurikulum 1994
Dengan mendasar kepada seluruh proses penyusunan kurikulum pada ketentuan – ketentuan yuridis dan akademis diatas, maka diharapkan kurikulum 1994 telah mampu menjembati semua kesenjangan yang terdapat dalam dunia pendidikan di sekolah. Namun, harapan itu sepertinya tidak terwujud sebagaimana diperlihatkan oleh sedemikian banyak dan gencarnya keluhan pengelolaan pendidikan mengenai berbagai kelemahan dan kekurangan kurikulum 1994.
Terdapat ciri – ciri yang menonjol dari pemberlakuan kurikulum 1994, diantaranya sebagai berikut :
1.      Pembagian tahapan pembelajaran disekolah dengan sistem catur wulan.
2.      Pembelajarannya di sekolah lebih menekankan materi pelajaran yang cukup padat(berorientasi kepada materi pelajaran )
3.      Kurikulum 1994 bersifat populis
4.      Dalam pelaksanaan kegiatan, guru hendaknya memilih dan menggunakan strategi yang melibatkan siswa aktif dalam belajar, baik secara mental, fisik, dan sosial.
5.      Dalam pengajaran suatu mata pelajaran hendaknya disesuaikan dengan kesesuaian konsep / pokok bahasan dan perkembangan berpikir siswa, sehingga diharapkan akan terdapat keserasian dan pengajaran yang menekankan pada pemahaman konsep dan pengajaran yang menekankan pada pemahaman konsep dan pengajaran yang menekankan keterampilan menyelesaikan soal dan pemecahan masalah.
G.    Kurikulum 2004 (KBK)
Kurikulum Berbasis Kompetensi hanya berlaku sampai tahun 2006 disekolah – sekolah pada dasarnya adalah merupakan gagasan dari kurikulum berbasis kemampuan dasar(KBKD) yang memfokuskan pada wujud pertumbuhan dan perkembangan potensi peserta didik.KBK merupakan perangkat rencan dan pengaturan tentang kompetensi dan hasil belajar yang harus dicapai oleh siswa, penialaian, kegiatan belajar mengajar, dan pemberdayaan sumber daya pendidikan dalam pengembangan kurikulum sekolah.Berhubung kurikulum 2004 yang memfokuskan aspek kompetensi siswa, maka prinsip pembelajarannya adalah berpusat pada siswa dan menggunakan pendekatan menyeluruh dan kemitraan serta mengutamakan proses pembelajaran dengan pendekatan kontekstual.Dalam pelaksanaan kurikulum yang memegang peranan penting adalah guru.Guru didibaratkan manusia dibalik senjata kosong yang tidak berpeluru. Oleh karena itu, diperlukan kreativitas guru untuk mengisi senjata itu dan membidiknya dengan cermat dan tepat mengenai sasaran. Keberhasilan kurikulum lebih banyak ditentukan oleh kualitas dan kompetensi guru.Oleh karenanya, tidak berlebihan apabila dalam diskusi mengenai “ Potret Pendidikan di Indonesia dan Peran Guru Swasta”,J.Drost (2002) menegaskan bahwa materi kurikulum, terutama untuk mata pelajaran dasar, diseluruh dunia pada dasarmya sama.yang membedakannya adalah cara mengajar guru di depan kelas.
Kurikulum Berbasis Kompetensi memiliki ciri- ciri sebagai berikut :
1)      Menekankan pada ketercapaian kompetensi siswa baik secara individual maupun klasikal.
2)      Berorientasi pada hasil belajar (Learning Outcomes) dan keberagaman
3)      Penyampaian dalam pembelajaran menggunakan pendekatan dan metode yang bervariasi
4)      Sumber belajar bukan hanya guru, tetapi juga sumber beljar lainnya yang memenuhi unsur edukatif
5)      Penilaian menekankan pada proses dan hasil belajar dalam upaya penguasaan atau pencapaian suatu kompetensi. (Depdiknas dalam mulyasa, 2004:42)
Menurut Wardhani (2004: 2) kerangka dasar KBK memuat tentang :
1) Kompetensi: Kompetensi merupakan pengetahuan, keterampilan, sikap dan nilai-nilai yang diwujudkan dalam kebiasaan berpikir dan bertindak.
2) Standar Kompetensi: Standar kompetensi merupakan seperangkat kompetensi yang dibakukan secara nasional dan diwujudkan dengan hasil belajar peserta didik. Standar kompetensi merupakan hasil jabaran dari fungsi dan tujuan pendidikan nasional. Penjabaran standar kompetensi terdiri atas: standar kompetensi lintas kurikulum, standar kompetensi lulusan, standar kompetensi bahan kajian, standar kompetensi mata pelajaran, standar kompetensi mata pelajaran per kelas.
3) Penilaian pada kurikulum 2004: Penilaian berbasis kelas yaitu dilakukan oleh guru, bersifat internal, bagian dari pembelajaran, sebagai bahan untuk memperbaiki mutu hasil belajar, berorientasi pada kompetensi, menggunakan acuan patokan/kriteria dan ketuntasan belajar (individu peserta didik), dilakukan dengan berbagai cara.
4) Kegiatan pembelajaran pada kurikulum 2004: Kegiatan pernbelajaran berpusat pada peserta didik, mengembangkan kreatifitas, kontekstual, menantang dan menyenangkan, menyediakan pengalaman belajar yang beragam, belajar melalui berbuat.
5) Pengelolaan kurikulum berbasis sekolah: Mengacu pada visi dan misi sekolah, sekolah mengembangkan perangkat kurikulum (silabus, program penilaian, dan rencana , pembelajaran), pemberdayaan tenaga kependidikan dan sumber daya lainnya untuk meningkatkan mutu hasil belajar, pemantauan dan penilaian untuk meningkatkan efisiensi, kinerja dan kualitas pelayanan terhadap peserta didik, berkolaborasi secara horisontal (dengan sekolah lain, komite sekolah, organisasi profesi) dan vertikal (dewan pendidikan dan dinas pendidikan).
Struktur kompetensi dalam Kurikulum Berbasis Kompetensi dalam suatu mata pelajaran memuat rincian kompetensi (kemampuan) dasar mata pelajaran itu dan sikap yang diharapkan dimiliki siswa. Mari kita lihat contohnya dalam mata pelajaran matematika, Kompetensi dasar matematika merupakan pernyataan minimal atau memadai tentang pengetahuan, keterampilan, sikap dan nilai-nilai yang direfleksikan dalam kebiasaan berpikir dan bertindak setelah siswa menyelesaikan suatu aspek atau subaspek mata pelajaran matematika. (Puskur, 2002b).

H.    Kurikulum  KTSP 2006
Dalam standar Nasional Pendidikan (SNP Pasal 1, Ayat 15 ) dikemukakan bahwa Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan ( KTSP ) adalah kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan oleh masing – masing satuan pendidikan. Penyusunan KTSP dilakukan oleh satuan pendidikan dengan memperhatikan dan berdasarkan standart kompetensi serta kompetensi dasar yang dikembangkan oleh Badan Standart Nasional Pendidikan ( BSNP ).

Beberapa hal yang perlu dipahami dalam kaitannya dengan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) adalah sebagai berikut :
·         KTSP dikembangkan sesuai dengan kondisi satuan pendidikan, potensi dan karakteristik daerah, serta sosial budaya masyarakat setempat dan peserta didik,
·         Sekolah dan komite sekolah mengembangkan kurikulum tingkat satuan pendidikan dan silabusnya berdasarkan kerangka dasar kurikulum dan standar kompetensi lulusan, di bawah supervisi dinas pendidikan kabupaten/kota, dan departemen agama yang bertanggungjawab di bidang pendidikan.
·         Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan untuk setiap program studi di  perguruan tinggi dikembangkan dan ditetapkan oleh masing – masing perguruan tinggi dengan mengacu pada Standar Nasional Pendidikan.( Mulyasa 2006,h.20 )
Dalam KTSP, pengembangan kurikulum dilakukan oleh Guru, kepala sekolah, sserta komite sekolah dan dewan pendidikan. Badan ini merupakan lembaga yang ditetapkan berdasarka musyawarah dari penjabat daerah setempat, komisi pendidikan pada dewan perwakilan rakyat daerah ( DPRD), penjabat pendidikan daerah , kepala sekolah, tenaga kependidikan, perwakilan orang tua peserta didik , dan tokoh masyarakat. Lembaga inilah yang menetapkan segala kebijakan sekolah berdasarkan ketentuan – ketentuan tentang pendidikan yang berlaku. Selanjutnya komite sekolah perlu merumuskan dan menetapkan visi, misi, dan tujuan sekolah dengan berbagai implikasinya terhadap program – program kegiatan operasional untuk mencapai tujuan sekolah.
Secara khusus tujuan diterapkannya KTSP adalalah untuk :
·         Meningkatkan mutu pendidikan melalui kemandirian dan inisiatif sekolah dalam mengembangakan kurikulum, mengelola dan memberdayakan sumberdaya yang tersedia .
·         Meningkatkan keperdulian warga sekolah dan masyarakat dalam pengembangan kurikulum memlalui pengambilan keputusan beersama.
·         Meningkatkan kompetisi yang sehat antar satuan pendidikan tentang kualitas pendidikan yang akan dicapai.( Mulyasa 2006,h.22 )
KTSP merupakan kurikulum operasional yang dikembangkan oleh setiap satuan pendidikan serta merupakan acuan dan pedoman  bagi pelaksanaan pendidikan untuk mengembangkan berbagai ranah pendidikan ( pengetahuan, keterampilan, dan sikap ) dalam seluruh jenjang  dan jalur pendidikan khususnya pada jalur pendidikan sekolah.( Mulyasa 2006,h.44).
1)      Struktur kurikulum SD/MI meliputi substansi pembelajaran yang ditempuh dalam satu jenjang pendidikan selama enam tahun mulai kelas 1 samapi dengan kelas VI.Struktur kurikulum SD/MI disusun berdasarkan standar kompetensi kelulusan dan standar kompetensi mata pelajaran dengan ketentuan sbagai berikut : Kurikulum SD/MI memuat 8 mata pelajaran, muatan lokal, dan pengembangan diri
2)      Kurikulum SMP/MTS memuat 10 mata pelajaran, muatan lokal dan pengembangan diri.
3)      Pengorganisasian kelas – kelas pada SMA/MA dibagi kedalam dua kelompok, yaitu kelas X merupakan program umum yang diikuti oleh seluruh peserta didik dan kelas XI dan XII merupakan program penjurusan yang terdiri atas empat program : (1). Program Ilmu Pengetahuan Alam (2). Program Ilmu pengetahuan Sosial (3). Program Bahasa, dan (4). Program Keagamaan, khusus untuk MA.Kurikulum SMA/MA kelas X terdirin atas 16 mata pelajaran, muatan lokal, dan pengembangan diri.( Mulyasa 2006,h.55).



2.     Kekuatan  dan  kelemahan setiap Kurikulum  yang  pernah ada

A.   Kurikulum 1947
Kelemahan:
Ø  Yang diutamakan pendidikan watak
Ø  Materi pelajaran Cuma sedikit
Kelebihan :
Ø  Lebih populer daripada kurikulum yang lainnya
Ø  Asad pendidikannya ditetapkan pancasila
B.   Kurikulum 1952
Kelemahan :
Ø  Mata pelajaran diklasifikasikan dalam lima kelompok bidang studi: moral, kecerdasan, emosional/artistik, keprigelan (keterampilan)
Kelebihan :
Ø  Silabus mata pelajarnnya jelas sekali
Ø  Seorang Guru mengajar satu mata pelajaran
C.   Kurikulum 1968
Kelemahan:
Ø  Hanya memuat mata pelajaran pokok-pokok saja
Kelebihan :
Ø  Bersifat politis
Ø  Tujuannya pada pembentukan manusia Pancasila sejati
D.   Kurikulum 1975
Kelemahan :
Ø  banyak sekolah kurang mampu menafsirkan CBSA
Ø  yang menyolok guru tak lagi mengajar model berceramah. Penolakan CBSA bermunculan.
Kelebihan :
Ø  Posisi siswa ditempatkan sebagai subjek belajar
Ø  Menekankan pada tujuan agar pendidikan lebih efesien dan efektif
E.    Kurikulum 1994
Kelemahan :
Ø  perpaduan tujuan dan proses belum berhasil
Ø  Kritik bertebaran
Ø   lantaran beban belajar siswa dinilai terlalu berat.
Ø  Pembagian tahapan pelajaran di sekolah dengan sistem caturwulan
Ø   Beban belajar siswa terlalu berat karena banyaknya mata pelajaran dan banyaknya materi/substansi setiap mata pelajaran
Kelebihan :
Ø  gencarnya keluhan pengelola pendidikan
Ø  harapkan kurikulum 1994 telah mampu menjembatani semua kesenjangan yang terdapat dalam dunia pendidikan di sekolah tidak terwujud

F.    Kurikulum 2004 (KBK )
Kelemahan :
Ø  Dalam kurikulum dan hasil belajar indikator sudah disusun ,padahal indikator sebaiknya disusun oleh guru ,karena guru yang paling mengetahui tentang kondisi peserta didik
Ø  Konsep KBK sering mengalami perubahan termasuk pada urutan SK dan KD sehingga menyulitkan guru untuk merancang pembelajaran secara berkelanjutan.

Kelebihan :
Ø  Mengembangkan kopetensi – kompetensi siswa pada setiap aspek mata pelajaran dan bukan pada penekanan penguasaan konten mata pelajaran itu sendiri.
Ø  Mengembangangkan pembelajaran yang berpusat pada siswa (student oriented)
Ø  Guru diberi kewenangan untuk menyusun silabus yang disesuaikan dengan situasi dan kondisi di sekolah
Ø  Bentuk pelaporan hasil belajar yang memaparkan setiap aspek dari suatu mata pelajaran memudahkan evaluasi dan perbaikan terhadap kekurangan peserta didik
Ø  Penilaian yang menekankan pada proses memungkinkan siswa untuk mengeksplorasikan kemampuan secara optimal ,dibandingkan dengan penilaian yang berfokus pada konten.

G.   Kurikulum 2006 ( KTSP )
Kelemahan :
Ø  Kekurangan SDM yang diharapkan mampu menjabarkan KTSP pada kebanyakan satuan pendidikan yang ada.
Ø  Kurangnya kesediaan sarana dan prasarana pendukung sebagai kelengkapan dari pelaksanaan KTSP
Ø  Masih banyak guru yang memahami KTSP secara komprehensif
Kelebihan :
Ø  Mendorong terwujudnya otonomi sekolah dalam menyelenggarakan pendidikan.
Ø  Mendorong para guru, kepala sekolah, dan pihak managemen sekolah untuk semakin meningkatkan kreatifitas dalam penyelenggaraan pendidikan .
Ø  Memberikan peluang yang lebih luas kepada sekolah – sekolah untuk mengembangkan kurikulum sesuai kebutuhan.
Ø  Mengurangi beban  belajar siswa yang sangat padat
Ø  Kurikulum yang sangan humanis,yaitu memberi kesempatan kepda guru untuk mengembangkan isi kurikulum sesuai dengan kondisi sekolah. Isfana (2009)























DAFTAR PUSTAKA
Haryati, Mimin. 2007. Model dan Teknik Penilaian Pada Tingkat Satuan Pendidikan. Edisi Pertama. Gaung Persada Press Jakarta. Jakarta
Mulyasa, E, 2006, Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan, PT. REMAJA ROSDAKARYA, Bandung.
Sumbadijah, Drs, 1993, Pengembangan dan Inovasi kurikulum, PT RajaGrafindo Persada, Jakarta.
Mulyadi, Usman, dkk. 1988. Dasar-dasar Pengembangan Kurikulum. Edisi Pertama. Bina Aksara. Jakarta.
Nana Syaodih Sukmadinata. 1997. Pengembangan Kurikum; Teori dan Praktek. Bandung: P.T. Remaja Rosdakarya.
sanjaya, wina, Dr. M.Pd. Pembelajaran dalam implementasi kurikulum berbasis kompetensi,Jakarta:kencana prenada media group
Soemanto,W & Soetopo, H,1993, Pembinaan dan Pengembangan Kurikulum ,Bumi Aksara.Jakarta.
Syafruddin,M.Pd,Dr,H, 2002, guru professional dan implementasi kurikulum, ciputat press,Jakarta.
Wahid, Aliaras, dkk. 2006. Membangun Karakter dan Kepribadian Melalui Pendidikan Kewarganegaraan. Edisi Pertama. Graha Ilmu. Jakarta Barat.
http://isfana-tadzkirah.blogspot.com/2009/07/kelebihan-dan-kelemahan-ktsp.html
http://kesadaransejarah.blogspot.com/2007/11/kurikulum-pendidikan-kita.htmlhttp://blog.tp.ac.id/pelaksanaan-kurikulum-pendidikan-di-indonesia





  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Poskan Komentar